Penyakit Tumor Payudara

Penyakit tumor payudara adalah salah satunya penyakit yang tidak menular, menurut WHO tahun 2005 penyakit ini tidak menular namun merupakan penyebab kematian yang utama di tahun 2005. Secara mendunia dari 58 juta kematian yang terjadi pada tahun 2005, 35 juta diantaranya diakibatkan oleh penyakit yang tidak menular dan diperkirakan hal ini juga akan meningkat. Di Indonesia penyakit tumor payudara merupakan penyebab kematian nomor enam. Tingginya insidensi tumor payudara di Indonesia. Masallah yang lain yang timbul adalah dikarenakan 70% pasien datang ke dokter yang sudah mengalami stadium yang sudah lanjut. Hal-hal yang menyebabkan kelanbatan deteksi diantaranya adalah pasian tidak tahu dan juga kurang paham tentang penyakit tumor dan kanker payudara ini, kurangnya memperhatikan payudara, rasa takut akan operasi, dan terlalu percaya kepada dukun atau paranormal, faktor ekonomi dan rasa malu disaat memeriksa payudara. Bila hal ini dilakukan deteksi dini dengan cara yang benar, oprimal dan juga masimal akan menambah harapan hidup dan juga kesembuhan yang bisa terjadi selama 10 tahun.

Penyakit Tumor Payudara

Penyakit Tumor Payudara

Sampai saat ini belum ada yang yang tahu penyebab langsung dari penyakit tumor payudara ini. Namun jika diteliti banyak yang menjadi faktor resiko yang bisa menyebabkan tumor payudara diantaranya adalah usia wanita yang berumur 25 tahun ketas, wanita yang tidak kawin, wanita yang memiliki anak pertama diatas usia 35 tahun, wanita yang mengalami menstruasi pada usia kurang dari 12 tahun, pernah mengalami radiasi, serta mengalami menopause yang terlambat lebih dari usia 55 tahun dan termasuk juga faktor gaya hidup dari wanita itu sendiri.

Deteksi dari penyakit tumor payudara dan juga kanker payudara dapat dilakukan dengan deteksi kanker payudara dan serta terapi dini yang bisa meningkatkan harapan hidup serta memberikan pilihan terapi yang lebih pada pasien. Dalam dunia medis tumor payudara adalah benjolan yang tidak normal yang ada pada payudara disebabkan karena tidaknormalnya pertumbuhan sel di dalam jaringan payudara. Ada dua jenis tumor, ada tumor jinak dan juga ada tumor ganas. Tumor yang jinak dapat dicirikan dengan pertumbuhannya yang lambat dan tidak menyebar ke dalam bagian yang lain. Sedangkan tumor yang ganas yang biasa disebut dengan penyakit kanker atau karsinoma memiliki sifat pertumbuhan yang cepat dan menyebar ke jaringan lainnya.

Ada hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit tumor payudara. Beberapa diantaranya adalah menjaga asupan makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Kita pasti sudah tahu bahwa makanan yang mengandung lemak jenuh merupakan salah satu faktor pemicu untuk berbagai masalah penyakit muncul. Oleh sebab otulah perlunya mengontrol asupan makanan daging merah dalam jumlah yang sedang haruslah perlu dilakukan. Sebagian pakar menyarankan dan menganjurkan orang untuk membatasi daging merah sampai kurang dari 85 gram dalam sehari. Ini menjadi jauh lebih sedikit dibandingkan hamburger quarter pounder yang sering dikonsumsi (114 gr daging mentah hampir sama dengan 85 gr daging yang sudah dimasak.

Sejumlah penelitian menunjkkan bahwa orang yang makan daging merah dalam jumlah porsi yang lebih besar, lebih banyak terkena kanker (khususnya adalah kanker usus besar dan rektum), begitu juga kanker prostat, pankreas, dan kanker payudara. Daging merah menyumbangkan lemak jenuh yang bisa meningkatkan resiko kanker payudara maupun paru-paru usus besar dan rektum, rahim serta prostat. Walaupun demikian, menarik untuk kita perhatikan bahwa daging unggas atau kalkun dan ayam yang tidak menunjukkan adanya suatu hubungan dengan kanker pada sebagian besar penelitan. Pada daging ayam dapat terbentuk amina heterosiklik atau HCA jika daging di panggang atau juga digoreng, begitu juga dengan daging ikan. Daging ikan diketahui mengandung asam lemak omega-3 yang bisa membantu menurunkan resiko kanker.

Anda juga bisa mengubah porsi makan lemak jenuh menjadi lemak tak jenuh. Ada dua minyak masak yak jenuh tunggal yang bisa Anda pilih minyak zaitun dan minyak kanola. Minyak zaitun bisa digunakan untuk membuat alad pasta, dan saus salad serta resep masakan Italia dan Mediterania. Sedangkan minyak kanola bisa digunakan untuk menggoreng dengan menggunakan oven untuk menumis. Untuk berbagai resep panggangan kue misalnya seperti kue bolu, muffin, brownies, dan bahkan kulit pai, cobalah beralih pada minyak kanola. Jika resep kue atau bolu mengharuskan kita menggunakan bumbu krim atau mentega dan gula maka biasanya tidak usah lagi menggunakan minyak kanola. Contohnya adalah jika Anda sudah menggunakan margarine atau juga mentega kanola, namun dalam jumlah yang ukurannya lebih sedikit.

Karena minyak zaitun dan minyak kanola mengandung keuntungan yang sama-sama baik untuk kesehatan. Namun, pada minyak kanola biasanya mengandung lemak omega-3 yang lebih besar dibandingkan minyak zaitun.

 Penyakit Tumor Payudara

 


>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!


This entry was posted in penyakit tumor payudara and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>